Penjelasan Lengkap
Cara paling mudah memahaminya adalah dengan membandingkan tiga cara sebuah proyek berakhir.
Pada hard rug, likuiditas ditarik atau fungsi jual dimatikan. Harganya jatuh ke nol dalam hitungan menit. Semua orang langsung tahu apa yang terjadi, karena kejadiannya tercatat di satu transaksi yang bisa ditunjuk.
Pada soft rug, tidak ada satu transaksi dramatis seperti itu. Tim menjual jatah token mereka sedikit demi sedikit, biasanya lewat beberapa dompet berbeda. Di saat yang sama, pengumuman tetap jalan dan peta jalan tetap dipajang di situs.
Slow rug adalah soft rug yang direntangkan lebih panjang lagi. Pola yang berulang biasanya begini: tanggal peluncuran token digeser, alasannya masuk akal. Digeser lagi, alasannya masih masuk akal. Setelah enam bulan, isi pengumuman berubah dari kabar teknis jadi kalimat penyemangat. Setelah itu, sunyi.
Yang membuat dua pola ini sulit dibahas adalah soal niat. Proyek kripto memang bisa gagal karena alasan biasa: dana habis, tim bubar, produknya tidak laku. Dari luar, kegagalan biasa dan slow rug bisa terlihat persis sama. Itu sebabnya x0woi tidak pernah menyimpulkan sebuah proyek "pasti scam". Yang bisa dilakukan hanya menandai pola yang bisa dicek ulang siapa saja.
Tiga Varian yang Sering Tertukar
- Hard rug. Likuiditas ditarik atau penjualan diblokir. Cepat, terlihat, tercatat di satu transaksi.
- Soft rug. Tim menjual jatahnya sendiri secara bertahap sambil tetap tampil mendukung proyeknya.
- Slow rug. Proyek ditinggalkan pelan-pelan lewat penundaan berulang, tanpa pernah ada pernyataan berhenti.
Contoh Nyata
Perusahaan audit keamanan CertiK memakai Polywhale Finance sebagai contoh soft rugpull di materi edukasi mereka. Menurut catatan itu, tim proyek menarik token senilai lebih dari satu juta dolar lalu meninggalkan proyeknya, dan harga tokennya jatuh setelah tim pergi.
Sebagai pembanding, CertiK menempatkan token SQUID di kelompok hard rugpull. Di kasus itu, kontraknya dibuat sedemikian rupa sehingga pembeli tidak bisa menjual kembali tokennya. Sumber: CertiK.
Cara Memeriksa Sendiri
Empat pemeriksaan di bawah ini bisa kamu jalankan tanpa alat berbayar dan tanpa perlu punya tokennya.
- Lihat pergerakan dompet tim. Buka halaman token di Etherscan, BscScan, atau Solscan, lalu buka tab Holders. Catat persentase yang dipegang dompet teratas hari ini. Cek lagi dua minggu kemudian. Penurunan bertahap yang tidak pernah dibahas di kanal resmi adalah pola yang layak dicatat.
- Cek status likuiditas. Untuk token Solana, RugCheck menampilkan apakah likuiditasnya terkunci dan sampai kapan. Untuk token EVM, TokenSniffer menampilkan hal serupa. Likuiditas yang kuncinya habis bulan depan punya arti berbeda dengan yang terkunci dua tahun.
- Bandingkan peta jalan dengan arsipnya. Masukkan alamat situsnya ke Wayback Machine, lalu buka snapshot tiga sampai enam bulan lalu. Kalau tanggal di peta jalan lama sudah lewat dan diganti diam-diam tanpa penjelasan, itu riwayat penundaan yang bisa dibuktikan.
- Baca pola pengumumannya, bukan isinya. Urutkan sepuluh pengumuman terakhir. Perhatikan apakah isinya bergeser dari hal teknis yang bisa diverifikasi menuju kalimat semangat yang tidak bisa dicek.
Kaitan dengan Metodologi x0woi
Pemeriksaan terkait istilah ini masuk di Lapisan 11 (fungsi berbahaya smart contract), Lapisan 12 (distribusi token dan status likuiditas), Lapisan 14 (keberlanjutan model ekonomi), dan Lapisan 17 (konsistensi kebijakan) pada Metodologi Verifikasi x0woi.
Lapisan 17 yang paling sering menangkap slow rug. Lapisan itu membandingkan aturan situs di beberapa titik waktu berbeda, jadi perubahan diam-diam ikut tercatat.
Langkah Perlindungan
Tidak ada satu langkah yang menutup risiko ini sepenuhnya. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi ukuran kerugian kalau polanya ternyata benar terjadi.
- Kamu bisa pertimbangkan mencatat tanggal setiap janji publik proyek, lalu mengeceknya sendiri saat tanggal itu tiba.
- Lebih aman kalau porsi yang kamu tempatkan di satu proyek muda tidak mengganggu kalau nilainya berhenti bergerak.
- Kamu bisa pertimbangkan memakai dompet terpisah untuk proyek yang belum punya riwayat panjang, supaya token approval lama tidak menumpuk di dompet utama.
- Izin yang tidak dipakai lagi bisa dicabut lewat Revoke.cash. Proyek yang berhenti jalan sering meninggalkan izin yang masih aktif.
Pertanyaan yang Sering Dicari
Apa perbedaan soft rug dan hard rug dalam kripto?
Bedanya ada di kecepatan dan di apa yang terlihat. Hard rug terjadi dalam satu transaksi yang bisa ditunjuk, biasanya penarikan likuiditas, dan harganya jatuh seketika. Soft rug tidak punya transaksi tunggal seperti itu, karena penjualan jatah tim dipecah jadi banyak transaksi kecil. Akibatnya hard rug bisa dibuktikan dalam hitungan menit, sedangkan soft rug baru terlihat setelah datanya dibandingkan lintas waktu.
Bagaimana cara membandingkan dua proyek kripto untuk menakar risiko soft rug?
Bandingkan empat hal yang sama persis di kedua proyek, bukan kesan umumnya. Pertama, persentase yang dipegang tiga dompet teratas. Kedua, tanggal berakhirnya kunci likuiditas. Ketiga, jumlah janji publik yang tanggalnya sudah lewat. Keempat, apakah ada perubahan aturan yang tidak diumumkan, dilihat lewat arsip Wayback Machine. Empat angka ini bisa ditaruh berdampingan, jadi perbandingannya berdasar data, bukan berdasar mana yang komunitasnya lebih ramai.
Istilah Terkait
- Rug Pull Pengembang menarik seluruh likuiditas lalu menghilang.
- Exit Scam Pengelola menghentikan layanan dan menghilang bersama dana.
- Honeypot Token Token yang bisa dibeli tapi tidak bisa dijual kembali.
- Ghost Balance Saldo besar di dasbor yang tidak pernah bisa ditarik.
- Skema Ponzi Imbalan peserta lama dibayar dari setoran peserta baru.
Kembali ke Glosarium
Lihat seluruh istilah lain di Glosarium x0woi.